Informasi yang mengalir deras di era digital saat ini sangat beragam, bahkan ada yang hoax atau hoax, termasuk tentang COVID-19.
Untuk mengurangi penyebaran hoax dan juga pelanggaran privasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta penyedia layanan pesan instan WhatsApp membagikan tiga tips bagaimana menghindari dan tidak terprovokasi membagikan berita hoax.
"Pertama, pastikan informasinya masuk akal atau tidak. Misalnya, jika misalnya, tiba-tiba seseorang yang tidak Anda kenal mengirim pesan lewat WhatsApp dan mengatakan Anda mendapat mobil karena ikut acara memasak padahal tidak pernah ikut. Ya, hal-hal seperti itu tentu masuk kategori tidak masuk akal, ”ujar Direktur Tata Kelola Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mariam F. Barata dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh TIK. Saksikan bertajuk "Menjaga Privasi dan Memerangi Hoax of COVID-19", Rabu.
Menurut Mariam, modus seperti ini sering digunakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan data pribadi dari penerima pesan.
Oleh karena itu, jika Anda menemukan pesan yang informasinya tidak masuk akal, lebih baik Anda tidak menanggapi.
Kedua, sebelum menyebarkan informasi ada baiknya memeriksa sumber atau pengirim pesan terlebih dahulu. Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Esther Samboh mengungkapkan, dengan mengecek sumber pengirim informasi, tentunya penerima pesan secara umum dapat mengetahui apakah informasi yang diterimanya benar atau tidak.
Cari informasi lebih lanjut, jangan hanya percaya dengan informasi itu. Cek juga nomor atau sumber pengirim pesan. Jika dia tidak termasuk dalam kontak kita, bisa jadi indikator kecurigaan bahwa informasi yang didapat belum tentu benar. , "kata Eshter.
Ia juga mengingatkan jika seseorang meminta informasi terkait data pribadi, ada baiknya diteliti terlebih dahulu tujuan permintaan data tersebut agar tidak terjadi kesalahan dan pelanggaran data pribadi setelah data tersebut diberikan.
Ketiga, lakukan pengecekan fakta. Bagi penerima pesan yang kurang yakin dengan informasi yang diterima, ada baiknya untuk mengecek informasi terkait ke situs terpercaya seperti situs resmi pemerintah.
“Masyarakat bisa mengecek di situs resmi pemerintah. Misalnya di situs kita milik Kominfo, atau melihat di media. Biasanya ada yang rutin mengumpulkan informasi yang beredar di layanan pesan singkat atau media sosial apakah itu hoax atau bukan," tambah Mariam. .
Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Tangkasnet Online | Agen Bolatangkas Terpercaya


0 Komentar