Sidebar Ads

Presiden Jokowi Undang Asosiasi Peternak ke Istana Kepresidenan

 

Sumber foto: medcom.id


3Tangkas - Presiden Joko Widodo mengundang asosiasi peternak ke Istana Kepresidenan Jakarta. Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yusgiarto, menyebutkan bahwa asosiasi peternak sudah ingin bertemu Jokowi sejak 2014. Namun, baru bisa terwujud hari ini.


"Kami sudah berupaya untuk bisa bertemu Pak Presiden ini dari tahun 2014. Kami belum pernah mendapatkan kesempatan," kata Yudianto usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).


Aksi nekat Suroto berhasil mempertemukan paguyuban tani dengan Jokowi


Yudianto mengatakan, pertemuan antara paguyuban peternak dengan Jokowi terjadi karena tindakan nekat peternak ayam, Suroto. Ia membentangkan poster bertuliskan, 'Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar' saat Jokowi berkunjung ke Jawa Timur.


“Iya salah satunya memang pemicunya adalah dari Bapak Suroto. Pertemuan ini sungguh-sungguh sangat melegakan karena ini merupakan satu perjuangan dari kami para peternak petelur,” jelas Yudianto.


Petani meminta harga pakan jagung turun agar tidak merugi


Dalam pertemuan itu, Suroto mengatakan, para petani meminta harga pakan jagung diturunkan agar tidak merugi.


“Kami berharap kepada Bapak Menteri Pertanian agar kiranya berkenan memberikan arahan memberikan petunjuk kepada kami peternak, terutama di sentra-sentra peternakan yang tersebar di seluruh Indonesia agar realisasi kami menerima jagung dengan harga Rp4.500 ini benar-benar dapat terlaksana dengan baik,” ujar Yudianto.


Asosiasi peternak meminta bantuan PKH dan BPNT untuk menggunakan telur


Tak hanya itu, asosiasi peternak juga berharap Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan bantuan PKH dan BNPT berupa komoditas telur.


“Sehingga pada saat pandemik, di mana penyerapan dari masyarakat kurang tetapi pemerintah proaktif menyerap telor dan memberi secara cuma-cuma ataupun bantuan masyarakt dan ini menolong semuanya, masyarakat tertolong. Sehingga ke depan ketersediaan pangan akan tetap stabil,” ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar