Sumber : Istimewa
Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark akan menyelenggarakan Geotrail Mission Run yang akan dilaksanakan 13-14 Maret 2021mendatang.
Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark bekerjasama dengan banyak lembaga diantaranya Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Ikatan Ahli Geologi Pengda NTB, Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas NTB, Pemerintah Provinsi NTB, Taman Nasional Gunung Rinjani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dodokan Moyosari, Pemerintah Desa Tanak Beak, Pemerintah Karang Sidemen dan komunitas-komunitas lokal lainnya.
Ketua Pelaksana Geotrail Mission Run Meliawati Ang berharap lokasi tempat diadakannya acara tersebut akan semakin dikenal secara luas.
''Dapat memberikan efek domino berupa bergeraknya sektor perekonomian di suatu wilayah,'' ungkap Meliwatai Ang.
Meliawati mengatakan, di banyak negara, sport tourism telah menjadi sektor yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai strategi pariwisata.
'Sport tourism memang tengah naik daun akhir-akhir ini,'' katanya.
Data dari United World Tourism Organization pada 2015 mengungkapkan bahwa sport tourism mengambil porsi sebesar 25 persen dari penerimaan industri perjalanan dan wisata. Di Indonesia sendiri, konsep tersebut juga mulai populer seiring banyaknya lokasi di berbagai daerah yang memiliki potensi wisata yang dapat dipadukan dengan berbagai cabang olahraga, salah satunya adalah dengan olahraga lari.
Pada kegiatan perdana ini, jumlah peserta dibatasi hanya untuk 100 orang berasal dari kota-kota yang ada di Pulau Lombok dan NTB. Pembatasan tersebut sebagai bentuk kepatuhan dalam mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah di masa pandemi Covid-19. Ke depannya, kegiatan tersebut rencananya akan terus dilaksanakan rutin dengan memperbesar skala peserta yang terlibat hingga level nasional bahkan internasional ketika nanti situasi telah kembali normal.
Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia Heryadi Rachmat yang juga merupakan inisiator geopark di Indonesia menyebutkan letusan Gunung Samalas atau Rinjani Tua mendapatkan beberapa temuan artefak di Dusun Tanak Bengan Desa Tanak Beak Kabupaten Lombok Barat hingga Dusun Ranjok Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah pada Juni 2018 lalu. Letusan Samalas ini terkuak dari Babad Lombok yang berada dalam lembaran lontar yang terdapat di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.
Artefak yang ditemukan di gunung Rinjani berupa keramik dari Dinasti Tang Cina, bambu bagian dari bangunan tempat penyimpanan beras, berikut berasnya yang telah hangus terbakar oleh aliran piroklastik, serta tulang belulang dan gigi dari manusia.
Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Tangkasnet Online | Agen Bolatangkas Terpercaya


0 Komentar