Akibat Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) nilai indeks Saham IHSG dan Rupiah terjun bebas merosot parah. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bakal kembali diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14 September 2020 disinyalir jadi penyebab utama perdagangan IHSG dibekukan sementara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan hal serupa. Dimana ketidakpastian indeks ini dipengaruhi oleh pengumuman kembali diberlakukannya PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Hingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000, ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tetapi juga ada faktor sentimen. Terutama untuk di sektor capital market.
Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 34 poin di level 14.779 per dolar AS. Sedangkan IHSG turun 94,69 poin atau 1,81 persen ke level 5.149,376. Sebanyak 83 saham menguat, 377 terkoreksi, dan 130 stagnan.
Sebanyak 265 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 38 saham menguat dan 69 saham diam di tempat. Saham-saham IHSG yang menguat antara lain, ROCK naik 25 persen ke Rp 1.675 per lembar saham. Kemudian HOMI naik 24,74 persen ke Rp 474 per saham dan SOHO naik 24,73 ke Rp 3.530 per saham.
Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain UCID turun 7 persen ke Rp 1.395 per lembar saham, PEHA yang turun 7 persen ke Rp 1.395 per lembar saham dan PANR turun 7 persen ke Rp 93 per saham.
Salam 3tangkas



0 Komentar