Tragedi terjadi nya kebakaran di kota Pematangsiantar di jalan Penyabungan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Sumatera Utara sabtu malam sekita pukul 19.30 WIB. Kejadian kebakaran terjadi di Gudang Elpiji yang merupakan rumah keluarga Hendra Kie.
Kelima korban meninggal adalah pemilik usaha pengisian gas, bersama menantu dan tiga cucunya. Adapun korban meninggal yakni Ameng (68) mertua dari Yanti (39) dan anaknya Clarisa (15), Kendrik (13) dan Kenjiro (8). Seluruh bangunan gudang gas yang merupakan gedung 2 setengah lantai, tampak sepenuhnya dilalap api. Bahkan hingga Pukul 21.08 WIB api masih belum bisa dipadamkan. Pemko Pematangsiantar beserta PT STTC telah menurunkan armada pemadam kebakaran. Petugas pemadam kebakaran dari Pemko Pematangsiantar berhasil memadamkan kobaran api setelah tiga jam lebih membakar gudang gas tersebut.
Para korban terperangkap dalam kobaran api, terdapat 4 orang yang berada dilantai kedua dan 1 orang yakni mertua dari Yanti berada di lantai bawah. Akibat kejadian ini, duka mendalam dirasakan oleh Hendra Kie. Karena yang menjadi korban kebakaran itu adalah ayah, istri dan ketiga anaknya. Bahkan kelima anggota keluarganya baru ditemukan hampir empat jam pemadaman.
Menurut keterangan saksi mata, rumah yang juga tempat usaha itu terbakar sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka awalnya mendengar suara ledakan. “Setidaknya ada dua kali ledakan dan terlihat kobaran api,” kata M Afandy Munthe (29), saksi mata. Ameng sempat keluar rumah mengendarai satu unit mobil. Namun dia masuk lagi untuk menolong menantu dan cucunya. "Orang tua yang punya rumah itu kembali ke dalam rumah karena mendengar menantunya menjerit minta tolong dari jendela," terang Bunguan (45) saksi lain. Namun Ameng terjebak di dalam rumah itu, Dia ikut meninggal dunia. Ameng ditemukan di kamar mandi didalam tong plastik.
Didampingi sejumlah anggota keluarga, Hendra tampak histeris saat menanti seluruh korban ditemukan. Ia terduduk lemas diteras tetangga yang berlokasi beberapa meter dari gudangnya yang terbakar. Bahkan saat melihat dua jasad korban ditemukan, Hendra tak kuasa menahan air mata. Tak jauh dari lokasi, sejumlah keluarga korban juga tampak histeris saat menanti jenazah ditemukan. Keluarga menunggu dirumah para tetangga hingga satu persatu jenazah diangkut menggunakan mobil BPBD Pematangsiantar.
Pria yang kehilangan ayah serta istri dan 3 orang anak ini mengaku tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi. Dia mengaku sangat terpukul. "Kalau bisa aku yang menggantikan mereka," ucap Hendra sambil menangis.
Salam 3tangkas
#3tangkas #agentangkasonline #main3tangkas #main3tangkasaja #3tangkasgame #3tangkasgameonline #agenbolatangkas #bolatangkasterpercaya #situsgameonlineterpercaya #gamebolatangkas #situsbolatangkasonlineterpercaya #agenbolatangkas #bolatangkas #pakemasker #stayathome #stayalive #stayhealty #maingame #maindirumah #tetapsehat #gameonline




0 Komentar